Kamis, 18 Agustus 2016

Lantas, Apa Itu Cinta?



Cinta tidak mengenal kesabaran . . . .
Tak bergejolak pun berbatas, cinta amat memenungkan
Seumpama bintang yang temani rembulan dalam kelamnya
Tak pernah mengeluh atau mengerang walaupun tahu ia pasti akan diusir pagi

Cinta menembus ruang dan waktu . . . .
Pun juga yang jauh, yang dekat, yang nanti dan yang lalu
Bagai simponi tragedi yang tak henti-hentinya menyerang semesta
Tak pernah hilang atau terhenti walaupun alunan nadanya dibasahi cucuran air mata

Cinta menyingkap segala yang gelap . . . .
Menambah cerah dan buatmu berani menatap matahari
Tapi entahlah, itupun jika engkau dapat berhasil dan berubah
Atau, bila tidak ? Hidupmu akan jadi asap tuk kemudian lenyap

Aku bertanya kepadaNya “Apa makna baik dan buruk?”
Apa hakikat dari hidup dan mati?

Cinta mendiami jiwa bagai penglihatan dalam mata
Lantas, Apa itu cinta?

Cinta menembus ruang dan waktu . . . .
Pun juga yang jauh, yang dekat, yang nanti dan yang lalu

Janji akhir adalah Cinta,

Dan Dunia-Akhirat adalah kerajaannya.